PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA

The Indonesian Muslims Youth Organization

Aktivis Jatuh Cinta

Posted by Heru Tjokro pada Januari 4, 2012

Serem banget tuh judul…! Rasanya bukan pertama kali judul ini diangkat… . mungkin tulisan ini adalah yang ke seratus sekian .. tetapi yang ke sekian tersebut tidak membuat tema ini basi untuk diangkat. Bagaimanapun juga, aktivis bukanlah robot yang tidak punya hati, aktivis juga manusia khan….        Tema Cinta takkan pernah lekang lagi basi dibahas seiring berjalannya waktu. Tanpa Cinta Dunia jadi Garing lagi Gersang seorang akan berani mengorbankan Harta, Jiwa dan Raga demi Cinta (ceileeee). Rela sehidup semati juga demi Cinta. cerita Romeo-Juliet (bener ga??!) yang rela mati bareng juga mengatasnamakan Cinta. Mush’ab bin Umair yang sampai kedua tangan dan kaki beliau terpotong, bahkan leher juga terpotong dalam medan Uhud juga mengatas namakan Cinta. Dengan cinta ini pula seorang manusia yang sangat kasar lagi beringas perangainya akan menjadi lembut dan penurut terhadap manusia yang di cintainya ibarat kerbau yang sudah dicocok 2 hidungnya.

Seiring dengan berubahnya kondisi manusia dari jaman kegelapan (baca : jahiliyah), menuju zaman penuh hidayah (kaya’ mau memberi pidato sambutan aza… maka seorang muslim akan mengalihkan perhatiannya kepada sesama “aktivis”. jika dulu ketika masih jahiliyah, suka cuci mata memandang lain jenis yang lewat dengan seabrek celotehannya, ketika sudah berubah titelNya karena sudah berada di organisasi Islam maka ketika berpasasan dengan “bukan muhrim” akan dengan serta merta menundukkan pandangan tanpa menoleh sedikitpun, mirip sedang mencari uang receh yang terjatuh bahkan ada cerita gara-gara menundukkan pandangan ini hampir saja seorang ikhwan tertabrak motor yang dikendarai seorang akhwat. gubraks….. untungnya motornya masih punya mata Apalagi kalo dah kena Virus Cinta (VMJ, Virus Merah Jambu), yang tak akan pandang bulu menyerang siapapun. Baik manusia umum ataupun manusia “khusus”, dengan identitas jilbaber dan jenggoter He… Lha kalau VMJ menyerang manusia “umum” itu sudah biasa dan sudah menjadi menu kesehariannya. Tetapi jika yang terjangkiti para jilbaber dan jenggoter, ni ruaaar biasa yang butuh perhatian khusus dan lebih seksama, bisa-bisa Cinta yang harusnya Untuk Allah dan Rasulnya melenceng sasaran menuju pada manusia yang “indah di bayang”, bisa jadi para jenggoter akan berubah menjadi “petarung” tak kenal lelah banting tulang 24 jam untuk da’wah gara-gara sudah ada VMJ yang “nangkring” dalam hatinya yaitu terhadap salah seorang jilbaber. Semangat Men!! Uihhhh jadi salah niat ini… Atau para Jilbaber bisa jadi “ model Top ala Akhwat “ yang tiap hari selalu memperhatikan penampilan super Extra and berusaha menjadi yang paling peduli agar di pandang lebih oleh ikhwan-ikhwan. Astagfirullah…bisa-bisa Organisasi jadi berubah tujuan tuh, yang tadinya mau “ Syiar Islam ” jadi “ Syiar Tebar Pesona ”. Yang lebih kejam statement masih terucap “ Saya berada di oganisasi ini insyaAllah untuk berda’wah, memperdalam agama, mempererat ukhuwah Islamiah semata-mata ibadah tuk menggapai Ridho Allah. “ Woy…Sadar diri dong, yang ngedenger bukan kita za…U Know? Allah ga tuli loh..

Interaksi antara ikhwan dan akhwat khususnya di wilayah kampus yang belakangan mulai terasa lebih longgar perlu mendapat perhatian yang lebih seksama. terkadang mengatasnamakan koordinasi dengan DIVA (DIVisi Akhwat) menjadikan jalan berinteraksi yang lebih antar dua makhluk berbeda “jenis” tersebut. ini menjadi jalan tol bagi syetan untuk menanamkan benih-benih VMJ ke dalam sanubari para Jenggoter.

Terlebih lagi ketika mengadakan acara di luar kampus dengan bersamaan ke tempat yang lebih sejuk untuk mengadakan Islamic Management Training atas nama Lembaga Kemahasiswaan semakin memperlicin jalan syetan. Jika ikhwan sedang melakukan Games2 Management atau Leadership rasanya semangat akan menjadi berlipat 100 kali jika ada “penonton” yang sudah mengisi bagian di relung hatinya. jatuh saat bergelantungan memainkan games tak dirasa “Ah ga’ sakit kok ntar juga cepet sembuh” wahwahwah…… bener-bener CBSA niiih… ( CBSA = Cinta Bersemi Sesama Aktivis).

Wabah berbahaya sedang menjangkiti!. mereka yang dalam dlohir antipati dengan kasus “pacaran” tetapi tak pernah luput juga dengan pertemuan mengatasnamakan Koordinasi. (hus jangan su’udzan!!). Parahnya sms tausiyah agar bangun sholat malam “ukhti bangun, mari kembali bertemu dengan Allah, menyemai cinta padaNya”, agar sabar dan tabah menjalani jalan perjuangan, “Tetap istiqomah, Ukhti… Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti”. Sms ucapan selamat atas Haulnya “Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti”. (wahwahwah kok sampai tau hari lahirnya juga ya??) atau hanya sebatas sms mengabarkan kondisi yang sedang dijalaninya “Ana lagi ngerjain program organisasi nih, Ukhti. Doakan moga dilancarkan ya ukhti”. Menjadi hal yang biasa di kalangan aktivis. Ko sempat-sempatnya ngirim sms hihihi.  (tapi emang buat dia apa sih yang ga sempat??)

Waduh kalo’ seorang Akhwat dikirimi sms beginian awalnya mungkin akan menganggap hal biasa tetapi jika setiap ada kesempatan HPnya selalu berbunyi dan isinya seperti itu bisa-bisa jadi kembang kempis juga hidungnya plus memerah menahan segudang perasaan tak menentu serasa suasana jadi hangat, jantung berdegup lebih kencang, membuat perasaan berbunga bunga (emang taman bunga??) sms dari ikhwan euy… Kalo sudah begini mah semua jadi berubah. rasa asin dan asem aja jadi manis. jalan panjang perjuangan seakan terasa sesaat dan singkat karena ada manusia yang di bayang, yang kelak jadi teman hidup hihihi (kok sudah menjustifikasi, ini hanya do’a aja…).Astaghfirullah…

Jika sudah begini doa yang tak lupa senantiasa mengalun pelan pun menjadi komsumsi :
“Yaa Allah Semoga Engkau jodohkan Aku dengan dia, karena saya merasa akan semakin giat dalam menegakkan agamaMu jika ia menjadi teman hidupku. jika dia sudah berjodoh dengan yang lain maka pisahkanlah dan kemudian jodohkanlah ia denganku”                                                                                     hihihi Narsis Banget. Do’a kok seperti memaksa Allah. Padahal do’a khan Memohon..

Lah kalo do’a ini lebih baik:

“Yaa Allah jika kami “bertemu” akan semakin taat kepadaMu maka pertemukanlah aku dengan dia, tetapi jika dengan pertemuan itu kami semakin jauh dariMu maka pisahkanlah kami berdua dan pertemukan masing-masing dari kami dengan pasangannya yang akan membuat masing-masing semakin taat padaMu”.

Hehehe… sebuah renungan bagi kita bersama. semoga menjadi bahan koreksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: