PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA

The Indonesian Muslims Youth Organization

TEORI MEMBASMI DAN MENUMPAS UMAT ISLAM INDONESIA

Posted by Heru Tjokro pada Desember 14, 2011

Konsep, Prinsip dan Cara

Oleh : Prof. Dr. Faridz. AR. MA.

Muqodimah
Adalah tidak ada dibenak saya niat untuk menggurui umat Islam tentang teori membangun dan menegakkan hukum Islam di negara-negara atau didunia, karena semuanya telah jelas tertulis dan gamblang dalam Al-Qur’an dan Hadist nabi. Misi Islam adalah misi Nabi, telah banyak para guru besar atau tokoh Islam, ulama dan kyai di Indonesia yang mengajarkannya. Rasanya lebih bermanfaat bagi saya menerbitkan buku teori sebaliknya yaitu “ Teori, Konsep, Prinsip, dan Cara Membasmi dan Menumpas Islam dan Umat Islam Indonesia”. Yang pernah saya rancang (ketika saya sebagai musuh Islam) dan hidup bersama musuh Islam serta berniat membasmi dan menumpas penganut agama dunia termasuk Islam dan umat Islam sehingga saya bersama teman-teman saya menyusun suatu panduan kerja dalam rangka menghabisi umat Islam Indonesia.

Teori, Konsep, Prinsip dan Cara membasmi Islam dan umat Islam Indonesia ini saya bagi menjadi beberapa tahapan.

  1. Tahap pencegahan dan penghadangan
  2. Tahap penanganan keadaan dan mengfungsikan institusi strategis negara.
  3. Tahap pelumpuhan dan penguasaan

(Penerbit & Percetakan, Badan Usaha Milik Umat Islam Indonesia

Jl. Bendungan Hilir IV No. 4 Jakarta Pusat.)

PENCEGAHAN DAN PENGHADANGAN

SEPULUH LANGKAH CARA MEMBASMI DAN MENUMPAS AJARAN DAN UMAT ISLAM MELALUI KEBABASAN MEMBUAT INSTITUSI SEBAGAI TEMPAT/ ARENA PERSAINGAN DAN CAKAR/CAKARAN ANTAR SESAMA UMAT ISLAM.

1)      Langkah pertama

Peluncuran teori demokrasi.

Desak semua negara untuk menganut teori demokrasi. Dengan negara menganut teori demokrasi negara akan berbentuk parlementer. Dengan sistem parlementer maka umat Islam akan bersaing memperebutkan kekuasaan keputusan negara dengan non Islam.

2)      Langkah kedua

Pemberian kebebasan kepada umat Islam untuk membuat orpol. Dengan memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk membuat orpol, umat Islam bisa bersaing dengan sesamanya demi untuk kemenangan orpol dan melupakan kemenangan Islam dan umat Islam, dengan demikian kekuatan Islam dan umat isloam pecah dan cakar-cakaran dengan sesama karena orpol yang dibuatnya.

3)      Langkah ketiga

Pemberian kebebasan kepada umat Islam untuk membuat ormas. Setelah nampak kepada kita pecahnya kekuatan Islam dan umat Islam melalui pemberian kebebasan kepada umat Islam untuk membuat ormas, maka umat Islam berlomba membuat ormas yang diharapkan agar umat Islam pecah dan cakar-cakaran karena ormas yang dibuatnya.

4)      Langkah keempat

Pemberian kebebasan kepada umat Islam untuk membuat yayasan atau lembaga pendidikan dan pesantren. Setelah nampak kepada kita berpecah belah karena orpol dan ormas adalah saatnya kita memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk membuat yayasan.. Dengan demikian umat Islam akan berlomba membuat yayasan diberbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ini diharapkan disuatu wilayah desa atau perkotaan umat Islam bersaing dengan sesamanya berebut lahat atau siswa dan simpatisan demi kemajuan yayasan masing-masing tanpa menghiraukan kemajuan yayasan saudaranya yang lain di wilayah dan aspek yang sama. Dengan pemberian kebebasan ini diharapkan kekuatan umat Islam disuatu eilayah cakar-cakaran karena yayasan yang dibuatnya.

5)      Langkah kelima

Pemberian kebebasan pentas diatas panggung. Setelah nampak perpecahan kekuatan Islam dan umat Islam lewat perbedaan orpol. ormas, yayasan, aspek pendidikan dan sosial, adalah saatnya untuk pemberian kebebasan pentas di atas panggung atau siaran dengan cara mendesak umat Islam kearah pementasan tokoh-tokohnya ke panggung atau siara. Teori ini diharapkan agar menumbuhkan rasa tinggi status sosial para tokoh Islam diantara tokoh Islam yang ada di wilayan domisili umat. Dengan teori ini akan muncul tokoh kondang yang bertarif mahal dan tohoh semi kondang/kelas menengah dan tokoh Islam yang disiksa uamt Islam ditempat domisilinya (mengajar agama Islam kepada masyarakat tanpa dibayar), sehingga dimungkinkan terjadi persaingan antar tokoh Islam dan bisa cakar-cakaran antar tokoh dalam memperebutkan lahan da’wah.

6)      Langkah keenam

Pemberian kebebasan kepada masyarakat Islam agar membuat seminar. Teori ini akan menyebabkan panitia seminar mengundang tokoh Islam untuk membahas ajaran Islam. Tanggapan Islam terhadap situasi dan suasana yang ada sehingga mata dan pandangan mata umat Islam berfokus kepada masalah umum yang global dan lupa memperhatikan nasib umat di tempat domisilinya demi kepentingan individu atau keluarga muslim.

7)      Langkah ketujuh

Pemberian kebebasan kepada masyarakat islam untuk mengundang tohoh Islam demi kepentingan individu atau keluarga muslim. Hidupkan kebiasaan umat Islam untuk mengundang tokohnya ke rumah incividu atu ke;uarga muslim agar tokoh tersebut habis waktunya untuk mendukung individu atu ke;uarga muslim sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan Islam dan umat islam secara global.

8)      Langkah kedelapan

Penyanjungan dan pemberian penghargaan.

Teori penyanjungan dan pemberian penghargaan kepada tokoh danb ulama Islam bentuk penyediaan fasilitas hidup kepada sebagian yayasan atauormas datu orpol Islam yang mendukung teori demokrasi agar dapat memicu atau mengumpan tokoh, ulama, yayasan, ormas dan orpol Islam lain agar mereka merasa dibesarkan atu dikecilkan dimasyarakat sehingga terjadi kerenggangan hubungan.

9)      Langkah kesembilan.

Mendekati tokoh Islam yang memegang jabatan strategis di dalam institusi atau negara untuk didedak membuat fatwa atau statemen yang dapat menjinakan umat Islam lain yang keras.

10)   Langkah kesepuluh.

Melumpuhkan tokoh atau ulama dan kelompok umat Islam yang komit terhadap ajaran dan hukum Islam. Teori ini digunakan dan dilaksanakan dalam keadaan negara dan demokrasi dirongrong umat Islam dalam bentuk pembunuhan tokoh dan atau ulama kondang yang telah dicatat dan dideteksi sebelumnya.

bersambung ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: